Sabtu, 04 November 2017

Penjual Di Toko Online Tak Perlu Di Kenakan Pajak Terlebih Dahulu

Oryzaonline.com - Masyarakat Indonesia berjualan online tidak hanya di situs marketplace saja seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lain-lain, tapi mereka juga berjualan di Media sosial seperti Fcebook dan Instagram.

Hal itulah yang harus di perhatikan oleh pemerintah, untuk menahan para penjual online di Toko Online untuk tidak di kenakan Pajak terlebih dahulu, sebab itu akan berdampak bagi penjual di marketplace untuk berpindah berjualan di media sosial, karena di media sosial tidak di kenakan Pajak.

Sumber: http://www.hrd-forum.com

"Akan ada potensi migrasi kalau seperti itu," kata pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky kepada awak media usia menjadi pembicara di ajang Tech in Asia, Jakarta, yang kami kutip dari www.merdeka.com Rabu (1/11).

Dia menyarankan kepada pemerintah untuk mendukung terlebih dahulu para penjual online untuk menjajakan barangannya di marketplace. Sebab bila ingin adil, seharusnya, para pedagang yang berjualan di media sosial juga harus membayar pajak.

Menurut CEO Bukalapak harusnya Facebook juaga kena pajak, soalnya banyak masyarak yang berjual di jejaring sosial tersebut, Kalau kita kena tax sementara di sana gak, ya banyak orang yang jualan di sana dong. Buat pemerintah sendiri, nge-track itu malah sulit," jelasnya.

Dia juaga meminta dukungan kepada pemerintah secara full, supaya penjual di media sosial tidak ada lagi, barulah pemerintah bisa bicara pajak kepada peluaku e-commerce.

Suatu saat nanti, kata dia, bila dukungan itu telah dilakukan dengan penuh, maka pemerintah juga bisa mengoleksi pajak menggunakan platform seperti Bukalapak. Cara tersebut pun menguntungkan pemerintah kelak. Sebagaimana diketahui, nantinya pada tahun 2020, transaksi jual beli di sektor e-commerce bahkan bisa menembus USD 130 miliar.


EmoticonEmoticon